Muchdi, Munir, Pollycarpus ………..
Kasus Munir bergulir kembali bersama-sama dengan mulai naiknya suhu politik dalam negeri Indonesia dan surutnya citra pemerintah dengan kebijakan-kebijakan yang membuat rakyat geram dan tidak bisa bersikap apa-apa, Pak Muchdi kebagian sampur dalam penyelesaian kasus ini.
Mengapa hanya pelaku (bila emang benar sebagai pelaku) yang diobrak-abrik, kenapa korban juga tidak diungkap secara terbuka dan gamblang dengan sepak terjangnya sehingga bisa terjadi kasus pembunuhan. Seharusnya bersikap berimbang supaya jangan sampai terjadi ketimpangan dalam kasus ini. Apa yang dilakukan oleh Munir semasa hidupnya sehingga mendapatkan dukungan banyak dari luar negeri khususnya dalam hal HAM. Benarkah hanya memperjuangkan HAM tanpa ada imbal balik terhadap mereka. Sampai saat ini masih gelap mengenai sepak terjang Munir sang tokoh yang memperjuangkan HAM di Indonesia.
Kalau bisa dilakukan secara berimbang saya kira kasus ini akan berakhir dengan baik semua pihak akan menerima karena dua pihak sama-sama diungkap. Jelas disini pengadilan akan terdongkrak dengan keputusan yang arif dan adil sehinga supremasi peradilan di Indonesia terangkat. Bila tidak terjadi campur tangan terhadap kasus ini dengan kepentingan-kepentingan sesaat baik itu politik, pihak luar yang memanfaatkan oknum-oknum penjual informasi dan pengkianat bangsa. Apakah tidak sayang bila negara yang penuh dengan kekayaan dijadikan ladang emas bangsa lain dan menghidupi seluruh bangsanya. Sedangkan oknum-oknum itu hanya bisa mencari untuk makan dirinya sendiri atau kelompok (mungkin hanya sekelompok kecil bila dibanding bangsa Indonesia yang besar jumlahnya).
Mari kita buka pemasalahan Munir dengan BIN secara berimbang. Apa yang terjadi dengan Munir dan mengapa BIN (mungkin lewat pak Muchdi bila benar dengan dibuktikan fakta-fakta keterlibatanhya) harus melakukan pembunuhan itu. Kita lihat misal CIA mengapa bisa membunuh dan bisa diterima dengan tidak dipermasalahkan lebih jauh/luas. Apa bedanya dengan BIN yang punya tugas berat untuk menjaga negara Indonesia ini. Mengapa pula Badan Intelijen negara-negara lain bisa diterima bila membunuh warganya sendiri karena membahayakan dan itu tidak pandang bulu siapa orangnya, bila orang itu terbukti membahayakan negara. Apa pendapat kita hanya sejauh membunuh warganya sendiri, pembunuhan itu tidak dilihat kasusnya mengapa orang dibunuh apa dasar/latar belakangnya. Berbahayakah untuk bangsa ini, atau untuk kepentingan sesaat dll. Apakah perampok juga akan dibiarkan saja melarikan diri bila itu melakukan tindakan yang membahayakan keamanan dan ketentraman rakyat. Terus siapa yang harus membunuh siperampok itu yang notabene juga warga negaranya sendiri ???? Apakah kalau warganya sendiri tidak boleh dibunuh bila terbukti sagat membahayakan bila hanya diadili dan dipenjara saja. Ada yang berpendapat : berbuatlah kejahatan yang berkatagori berat paling-paling hanya dihukum seumur hidup dan dapat remisi dll, tapi masih mendapatkan keuntungan yang besar mungkin materi atau fasilitas atau kompensasi dari berbuat jahat itu untuk dirinya sendiri (ini adalah kutipan pembicaraan yang terjadi pada kelompok-kelompok tertentu yang tidak lagi mau tunduk pada perundang-undangan).
Sekarang coba kita berfikir ralistis dimasa sekarang ini, apakah kasus munir diangkat untuk kepentingan sesaat untuk kelompok-kelompok tertentu. Apakah kita juga terus mempertahankan kondisi seperti ini terus dengan politik yang semakin membosankan, tanpa perubahan yang menguntungkan bangsa ini. Mari kita buktikan siapa PAHLAWAN dan Pengkhiatan BANGSA, melalui kasus Munir yang terbuka lagi. Siapa yang memanfaatkan kasus ini untuk kepentingan politik sesaat dalam kelompoknya sendiri atau untuk bangsa Indonesia. Janganlah terhanyut dengan kulitnya saja tapi rasakan isinya. Karena kasus ini memang sarat dengan kepentingan untuk mencari berbagai hal dan ironisnya untuk kepentingan sendiri atau kelompok tertentu, atau mungkin benar inilah politik dagang atau dibalik dagang politik. Ini adalah sebuah pembelajaran bagi bangsa ini, supaya lebih melek dengan pendidikan politik yang berkembang karena sebelumnya mandul, mungkin juga ini adalah sinetron bersambung yaitu drama politik yang sering terjadi di Indonesia. Bahkan mungkin juga hadirnya pertandingan olahraga sepakbola kelas dunia yang ditayangkan ke seluruh Nusantara sebagai sarana untuk membelokkan perhatian rakyat yang sedang bergolak, atau hanya faktor kebetulan saja. Yang jelas kondisi sekarang ini tertolong dengan even sepakbola, ditambah lagi dengan digulirkannya kasus Pak Muchdi dan kausus pak Muchdi yang lain karena itu adalah target selanjutnya yang dianggap lawan yang membahayakan. siap-siap saja kena bidikan jitu itu untuk semakin menjauhkan dan mengaburkan pada permasalah pokok yaitu terpuruknya negara Indonesia tercinta ini.
Kita juga harus ingat mungkin ini juga usaha asing yang disusupkan melalui kekauatan tertentu untuk memecah belah kekuatan dalam negeri supaya terjadi gejolak dan perpecahan dikalangan kekuatan negara yaitu TNI dan Polri (mungkin tidak pernah kita sadari atau mata gelap dengan mengorbankan orang lain untuk kepentingan sekelompok orang atau segelintir orang dalam mencapai tujuannya). Coba kita cerahkan kembali ingatan kita untuk membangun negara ini dengan tidak bermain kotor entah dari faktor politik atau faktor-faktor lainnya. Mari kita sikapi dan renungkan kembali hal ini demi keutuhan dan terwujudnya cita-cita bangsa Indonesia yaitu sebagai bangsa yang bermartabat, disegani, mandiri adil dan makmur. Ciptakan INDONESIA RAYA, INDONESIA SEJAHTERA.
CATATAN :
Ini adalah sebuah renungan dan pendapatku sebagai langkah untuk mengendalikan diriku sendiri dan hak-hak kemerdekaan saya (mungkin Hak Asasi Saya untuk berbicara dan perpendapat sebagai salah satu butir HAM yang diperbincangkan selama ini) untuk mengungkapkan rasa ini, masalah bersilang pendapat itu alami, dan itu harus diterima, orang berkomentarpun mempunyai kebebasan dan inilah hak untuk berbicara dan berpendapat orang lain, tidak perlu disikapi dengan kemarahan atau emosional.





Ayahnya, Prof. Soemitro, guru ayah saya di UI di tahun 1953. Sewaktu revolusi, ayahnya berani ikut berjuang melawan saat Bung Karno tidak adil.Saat pak Harto jadi besannya, tidak ragu bilang kebocoran anggaran 30%.
Semoga buah tidak jatuh jauh dari pohonnya. Prabowo Subianto harus membawa nama baik ayahnya, yang jujur dan berani.
Merdeka !
Memang pada dasarnya kita sebagai warga negara harus sadar baik itu dari kalangan Pengusaha,Aparatur Negara ( Sipil atau non Sipil )dan LSM kenapa karena NKRI berdiri dengan cucuran darah para pejuang yang rela demi Kemerdekaan tanpa pamrih. MArilah kita cermati dengan kondisi di Era Reformansi apa yang harus kita perbuat terhadap Bangsa yang nota bane masih ada para penghianat-penghianat ( Korupsi,Kolusi,Nepotisme,pengusaha bejat dan penghianat murni ).Sekarang kita Butuh Pemimpin yang Jenius ( Negarawan,Bijaksana,Arif )yang plur mementingkan Persatuan, Kesejahteraan Bangsa dan Keutuhan NKRI.Hai Rakyat Indonesia mari kita menutup lembaran kelam dan sekarang buka lembaran baru demi majunya bangsa kita dan disegani oleh bangsa lain. Saya pribadi tertarik dengan partai GERINDA, mudah mudahan apa yang disampaikan oleh bapak Prabowo jika menjadi Pemimpin ( Presiden ) dapat di realisasikan dan tdk obral janji ( kasihan rakyat kita yang hidup digaris kemiskinan baik itu dari petani,nelayan,pedagang kecil,guru honor dan mungki ada lagi yang tidak bisa kita sebutkan satu persatu ).Dan sebagai Aparat (TNI,POLRI,BIN,BIA ,SIPIL )dan LSM jalankan tugasnya dengan propesional yang selalu mementingkan kedaulatan Bangsa. Marilah kita berdoa agar Negara Indonesia selalu mendapat lindungan dari ” ALLAH SWT ” AMIN.
Setuju jangan melihat siapa yang menghilangkan munir tapi kita juga harus melihat siapa munir itu? apa tujuannya? untuk kepentingan negara atau pribadi? mari kita cermati bersama memang menghilangkan nyawa orang tidak diperbolehkan tapi apabila tujuannya untuk NKRI sah2 saja karena hukum dinegara kita tidak cukup kuat untuk menghukum penghianat negara atau sesorang yang mementingkan dirinya sendiri, apalagi sekarang banyak LSM2 yang hanya mementingkan diri dan gologannya saja tapi tidak mementingkan keutuhan NKRI, mari kita berdoa agar supaya negara Indonesia selalu mendapat lindungan dari ALLAH SWT…Amiiin JAYALAH INDONESIAKU.
Memang benar ada beberapa oknum yang ingin memecah belah bangsa Indonesia, memecah belah TNI,dan POLRI.
Antara lain dengan alasan Ham atau dengan alasan tindak kekerasan,Tapi yg namanya tugas TNI apalagi tugas BIN adalah jangan sampai Indonesia/NKRI itu oleng,colap atau terpecah belah,sudah menjadi kewajibannya untuk membersihkan gulma gulma yang mengganggu keselamatan NEGARA KESATUAN INDONESIA RAYA ini,,,,bila TNI tidak melakukan itu apajadinya Indonesia nanti,bila sang penegak persatuan RI selalu diobok obok,Oleh sebab itu mari kita beri penghargaan pada orang yang telah berjasa menjaga mempertahankan kedaulatan NKRI,jangan beliau2 itu diobok obok,beliau begitu berjasa dg ikhlas dan rela berkorban apapun tuk negeri ini…….
Setuju bli, itulah yang harus kita pecahkan siapa pahlawan, siapa pengkianat, jangan asal lihat luarnya aja BENAR KAN BLI, Salam GERINDRA : INDONESIA RAYA, Indonesia : SEJAHTERA