Indonesianto 07

Yoyok Putra Muria

Menunggu Kelahiran (sebuah obsesi)

Tak terbayang tinggal sejengkal kita berjuang, ibarat orang hamil kita masuk dimasa yang penuh dengan penantian dan bergulat dengan pertempuran bathin dan strategi bagaimana kita bisa melahirkan dan menjadikan jabang bayi yang bermakna dan berguna untuk kita semua. Banyak anggota keluarga yang beropini/berkhayal atau emang serius berdo’a dan bekerja untuk menciptakan dan menunnggu kelahiran yang baik dan selamat dari segala tantangan. Yang berkhayal sibuk dengan membuat ulah layaknya anak kecil bermain perang-perangan berhalusinasi dengan cemerlangnya angan bisa duduk menjadi wakil dari sekelompok orang, tidak tahunya hanya nina bobok yang diberikan. Bila realita akan datang apa jadinya,  mereka sanggupkah menerima.
Daya upaya yang dilakukan hanyalah menjadikan batu sandung atau sekedar kerikil yang tidak tajam. Tetapi apapun yang mereka lakukan berpengaruh terhadap jalannya proses kelahiran. Mengapa mereka jadi anak kecil yang tanpa dosa telah menggerogoti apa yang diberikan. Ada yang berpartai keluarga, ada yang partai bisnis, ada yang partai nebeng dst. Ada yang suka wadulan, tidak bisa menentukan sikap dan hanya ikut alur, tidak bisa menerima keputusan bersama suka membuat ulah dikemudian hari, dan tindakannyapun sangat tidak logis, suka menggunakan fasilitas bersama untuk kepentingan sendiri, suka klaim sana sini.
Coba kita renungkan lagi bila kita jalan sendiri berat untuk melangkah, tetapi bila kebersamaan yang dijadikan jalan menunggu kelahiran akan lebih solid dan ringan karena kebersamaan untuk melahirkan sesuatu yang baik dan bagus. Ingatlah bersama-sama dalam satu wadah, misi dan visi akan lebih enak dan lebih ringan tidak membung-buang energi.

Harapan : Mari kita ujudkan kebersamaan langkah dan usaha untuk kemenangan kita bersama.

19 Desember 2008 - Ditulis oleh Yoyok Putra Muria | NEWS, NEWS1, OPINI, PARTAIKU, gerindra | | No Comments Yet

Belum ada komentar.

Tinggalkan komentar

Anda harus Teridentifikasi untuk menuliskan komentar.