PLIN Plan
Boediono Salahkan Pemerintahan SBY
Minggu, 21 Juni 2009, 10:43:53 WIB
Laporan: Yayan Sopyani al-Hadi
Jakarta, RMOL. Boediono dianggap telah menyalahkan dan mengkritik pemerintahan SBY yang tidak efisien dan transfaran dalam mengelola aset negara.
Pasalnya, didepan Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (Jumat, 19/6), Boediono menegaskan bahwa birokrasi sekarang tidak mampu mengelola aset negara secara efisien dan transparan. Maka, tambah mantan Gubernur Bank Indonesia itu, dirinya akan meneruskan kebijakan privatisasi aset-aset negara ke pihak asing.
Menurut Direktur Pedoman Indonesia, Fadjlur Rachman kepada rakyat Merdeka Online (Minggu, 21/6), dengan pernyataan itu berarti Boediono menyadari dan faham bahwa di era SBY tidak ada transfaransi, akuntabilitas serta penegakan hukum. Ini juga, lanjut Fadjlur, semakin menegaskan bahwa cawapres SBY itu sebagai pro asing.
“Jangan jual aset negara pada pihak asing dengan alasan tidak efisien dan transfaransinya pemerintahan. Kalau itu yang terjadi, solusinya bukan jual aset asing tapi pilih pemerintahan yang mau efisien dan menegakkan hukum. Pilih pemerintahan baru dan jangan dilanjutkan,” kata mantan aktivis mahasiswa era 1980-an itu.






orang pada rebutan jadi pimpinan, orang pada rebutan duduk di kursi neraka