Indonesianto 07

Yoyok Putra Muria

UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya

Sebagai bangsa yang berkepribadian maka sangatlah pantas untuk melaksanakan dan menjalankan peraturan terutama yang bersangkutan dengan kepentingan umum misalnya tentang aturan lalu lintas dan angkutan jalan raya. Sudah sepantasnya aturan berlalulintas di jalan umum di tata kembali karena banyak kejadian masyarakat kita sebagian sudah melupakan tentang sopan santun berlalu lintas dan tidak lagi memperhatikan pemakai jalan lain. Sebagai contoh : Sudah jelas pengendara memberikan isyarat belok kekanan (lampu sein kanan menyala dari 400 m sebelum membelok kanan dan memposisikan di lajur kanan masih saja pas mau belok dilanggar dari belakang dan mengambil jalan di kanan kendaraan yang mau belok. Sehingga orang tersebut tidak mau memberikan kesempatan orang yang mau berbelok. Ironis lagi kendaraan sudah mengambil separuh jalan mau menyebrang jalan untuk belok masih saja pengendara lain tidak mau memberikan kesempatan untuk menyebrang karena orang tersebut menyalip kendaraan di depannya di posisi kanan dan tidak mau menghentikan kenadraan memberikan kesempatan penyebrang, lebih fatal lagi di perempatan berlampu pengatur jalan rata- rata tidak mau mengambil posisi tertib dan antri di jalur yang telah ditentukan sehingga menutup lajur kiri untuk pengendara yang bisa langsung belok kiri, bahkan ada yang akan membelok ke kanan tetapi ambil lajur paling kiri sehingga memotong jalan pengendara di sebelah kanan yang mau jalan lurus.

Nah yang satu ini sangatlah naib, harga nyawa sudah tidak ada lagi harganya karena sudah terjangkit penyakit teknologi modern, membaca/menulis SMS dan atau menerima/menelepon dari HP dengan pengendarai kendaraan di jalan ramai. Apakah nyawa itu lebih murah harganya dari sebuah HP yang rata-rata termahal hanya dibawah 10 juta rupiah.  Selain membahayakan diri sendiri juga membahayakan orang lain bila hal itu dilakukan pada jalan umum. Budaya jalan pelan dan bahkan nyante sambil ngobrol dengan pacar atau teman pembobceng atau teman pengendara lain yang menggunakan lajur kanan sehingga pengendara di belakangnya kesulitan mendahului juga sering kita jumpai. Bahkan sikap arogan dari sebagian besar komunitas kendaraan tertentu sehingga tidak mau tahu kepentingan pengendara diluar komunitasnya juga sudah tidak dapat ditolerir apalagi tanpa pengawalan khusus dari kepolisian. Sikap-sikap seperti ini bila dibiarkan maka tatanan dan sopan santun di jalan raya tidak lagi mencerminkan budaya bangsa yang berkepribadian. banyak juga orang tua yang dengan sengaja membiarkan atau memfasilitasi anaknya yang belum cukup umur untuk berkendaraan di jalan umum. Sedangkan bila terjadi kecelakaan yang disalahkan kebanyakan pengendara lain. Banyak pula orang tua yang tidak memberikan contoh yang baik di jalan raya entah itu secara sadar atau tidak sadar kemudian di tiru oleh anaknya.

Coba kita renungkan kembali semua perbuatan yang terkait dengan penggunaan jalan raya/umum, dengan mempelajari Undang-Undang No. 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan raya. Isinya bagus dan sanksinya juga akan terjangkau bila di kenakan kepada pelanggar lalu lintas. Semua diatur mulai dari penyelenggara jalan sampai penegak peraturan lalu lintas (POLRI). Semoga dengan diberlakukan UU no. 22 tahun 2009 membuat kita sadar dan tahu hukum dalam penggunaan jalan, dan akan menghindari kesalahan-kesalahan tentang berlalu lintas.

Silakan klik : DISINI

12 Oktober 2009 - Posted by | Add new tag, umum

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: