Indonesianto 07

Yoyok Putra Muria

PRA SEJARAH INDONESIA 2

CIRI – CIRI ZAMAN PRASEJARAH INDONESIA

(EDISI REVISI : 1)

ZAMAN BATU zaman ini terbagi menjadi 4 zaman yaitu :

i. Palaeolithikum (Zaman Batu Tua),

Pada zaman ini alat-alat terbuat dari batu yang masih kasar dan belum dihaluskan. Contoh alat-alat tsb adalah :
• Kapak Genggam, banyak ditemukan di daerah Pacitan. Alat ini biasanya disebut “Chopper” (alat penetak/pemotong)
• Alat-alat dari tulang binatang atau tanduk rusa : alat penusuk (belati), ujung tombak bergerigi
• Flakes, yaitu alat-alat kecil yang terbuat dari batu Chalcedon,yang dapat digunakan untuk mengupas makanan.
Alat-alat dari tulang dan Flakes, termasuk hasil kebudayaan Ngandong. Kegunaan alat-alat ini pada umumnya untuk : berburu, menangkap ikan, mengumpulkan ubi dan buah-buahan.
• Berdasarkan daerah penemuannya maka alat-alat kebudayaan Paleolithikum tersebut dapat dikelompokan menjadi :
• Kebudayaan Pacitan dan Ngandong
Manusia pendukung kebudayaan
• Pacitan : Pithecanthropus dan
• Ngandong : Homo Wajakensis dan Homo soloensis.

sej101_05.gif

gb1. jenis alat batu pada jaman Batu Tua

ii. Mesolithikum (Zaman Batu Tengah)

Ciri zaman Mesolithikum :
• Alat-alat pada zaman ini hampir sama dengan zaman Palaeolithikum.
• Ditemukannya bukit-bukit kerang dipinggir pantai yang disebut “kjoken modinger” (sampah dapur) Kjoken =dapur, moding = sampah)
• Alat-alat zaman Mesolithikum :
• Kapak genggam (peble)
• Kapak pendek (hache Courte)
• Pipisan (batu-batu penggiling)
• Kapak-kapak tersebut terbuat dari batu kali yang dibelah
• Alat-alat di atas banyak ditemukan di daerah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Flores
• Alat-alat Kebudayaan Mesolithikum yang ditemukan di gua-gua yang disebut “Abris Sous Roche ” Adapun alat-alat tersebut adalah :
• Flaces (alat serpih) , yaitu alat-alat kecil yang terbuat dari batu dan berguna untuk mengupas makanan.
• Ujung mata panah,
• batu penggilingan (pipisan),
• kapak,
• alat-alat dari tulang dan tanduk rusa,
• Alat-alat ini ditemukan di gua lawa Sampung Jawa Timur (Istilahnya : Sampung Bone Culture = kebudayaan Sampung terbuat dari Tulang)

Tiga bagian penting Kebudayaan Mesolithikum,yaitu :
• Peble-Culture (alat kebudayaan Kapak genggam) didapatkan di Kjokken Modinger
• Bone-Culture (alat kebudayaan dari Tulang)
• Flakes Culture (kebudayaan alat serpih) didapatkan di Abris sous Roche
• Manusia Pendukung Kebudayaan Mesolithikum adalah bangsa Papua -Melanosoid

sej101_11.gif

gb2. Alat pada jaman Batu Tengah

iii. Neolithikum (Zaman Batu Muda)

Pada zaman ini alat-alat terbuat dari batu yang sudah dihaluskan.
Contoh alat tersebut :
• Kapak Persegi, misalnya : Beliung, Pacul dan Torah untuk mengerjakan kayu. Ditemukan di Sumatera, Jawa, bali, Nusatenggara, Maluku, Sulawesi dan Kalimantan
• Kapak Bahu, sama seperti kapak persegi ,hanya di bagian yang diikatkan pada tangkainya diberi leher. Hanya di temukan di Minahasa
• Kapak Lonjong, banyak ditemukan di Irian, Seram, Gorong, Tanimbar, Leti, Minahasa dan Serawak
• Perhiasan ( gelang dan kalung dari batu indah), ditemukan di jAwa
• Pakaian (dari kulit kayu)
• Tembikar (periuk belanga), ditemukan di daerah Sumatera, Jawa, Melolo(Sumba)
• Manusia pendukung Kebudayaan Neolithikum adalah bangsa Austronesia (Austria) dan Austro-Asia (Khmer –Indochina)

sej101_13.gif

Gb3. Alat jaman Batu Muda

iv. Megalithikum (Zaman Batu Besar )

Hasil kebudayaan zaman Megalithikum adalah sebagai berikut :
• Menhir , adalah tugu batu yang didirikan sebagai tempat pemujaan untuk memperingati arwah nenek moyang
• Dolmen, adalah meja batu, merupakan tempat sesaji dan pemujaan kepada roh nenek moyang, Adapu;a yang digunakan untuk kuburan
• Sarchopagus atau keranda, bentuknya seperti lesung yang mempunyai tutup
• Kubur batu/peti mati yang terbuat dari batu besar yang masing-masing papan batunya lepas satu sama lain
• Punden berundak-undak, bangunan tempat pemujaan yang tersusun bertingkat-tingkat

ZAMAN LOGAM

zaman ini terbagi menjadi 2 zaman yaitu :

1. Zaman Perunggu
Hasil kebudayaan perunggu yang ditemukan di Indonesia adalah :
• Kapak Corong (Kapak Perunggu), banyak ditemukan di Sumatera Selatan, Jawa, Balio, Sulawesi dan Kepulauan Selayar dan Irian.Kegunaannya sebagi alat perkakas.
• Nekara perunggu(Moko), bebrbentuk seperti dandang. Banyak ditemukan di daerah : Sumatera, Jawa Bali, Sumbawa, Roti, Leti, Selayar dan Kep. Kei. Kegunaan untuk acara keagamaan dan maskawin.
• Bejana Perunggu, bentuknya mirip gitar Spanyol tetapi tanpa tangkai. Hanya ditemukan di Madura dan Sumatera
• Arca-arca Perunggu, banyak ditemukan di Bangkinang(Riau), Lumajang (Jatim) dan Bogor (Jabar)
• Perhiasan : gelang, anting-anting, kalung dan cincin.
Kebudayaan Perunggu sering disebut juga sebagi kebudayaan Dongson-Tonkin Cina karena disanalah Pusat Kebudayaan Perunggu.

2. Zaman Besi
Pada masa ini manusia telah dapat melebur besi untuk dituang menjadi alat-alat yang dibutuhkan, pada masa ini di Indonesia tidak banyak ditemukan alat-alat yang terbuat dari besi.
Alat-alat yang ditemukan adalah :
• Mata kapak, yang dikaitkan pada tangkai dari kayu, berfungsi untuk membelah kayu
• Mata Sabit, digunakan untuk menyabit tumbuh-tumbuhan
• Mata pisau
• Mata pedang
• Cangkul, dll
Jenis-jenis benda tersebut banyak ditemukan di Gunung Kidul(Yogyakarta), Bogor, Besuki dan Punung (Jawa Timur)

2. KEHIDUPAN MASYARAKAT PRASEJARAH

FOOD GATHERING
Ciri zaman ini adalah :
• Mata pencaharian berburu dan mengumpulkan makanan
• Nomaden, yaitu Hidup berpindah-pindah dan belum menetap
• Tempat tinggalnya : gua-gua
• Alat-alat yang digunakan terbuat dari batu kali yang masih kasar, tulang dan tanduk rusa
• Zaman ini hampir bersamaan dengan zaman batu tua (Palaeolithikum) dan Zaman batu tengah (Mesolithikum)

FOOD PRODUCING
• Ciri zaman ini adalah :
• Telah mulai menetap
• Pandai membuat rumah sebagi tempat tinggal
• Cara menghasilkan makanan dengan bercocok tanam atau berhuma
• Mulai terbentuk kelompok-kelompok masyarakat
• Alat-alat terbuat dari kayu, tanduk, tulang, bambu ,tanah liat dan batu
• Alat-alatnya sudah diupam/diasah

Zaman bercocok tanam ini bersamaan dengan zaman Neolithikum (zaman batu muda) dan Zaman Megalithikum (zaman batu besar)

ZAMAN PERUNDAGIAN

• Manusia telah pandai membuat alat-alat dari logam dengan keterampilandan keahlian khusus
• Teknik pembuatan benda dari logam disebut a cire perdue yaitu, dibuat model cetakannya dulu dari lilin yang ditutup dengan tanah liat kemudian dipanaskan sehingga lilinya mencair. Setelah itu dituangkan logamnya.
• Tingkat perekonomian masyarakat telah mencapai kemakmuran
• Sudah mengenal bersawah
• Alat-alat yang dihasilkan : kapak corong, nekara,pisau, tajak dan alat pertanian dari logam
• Telah mencapai taraf perkembangan sosial ekonomi yang mantap

MANUSIA PURBA DI INDONESIA

Penelitian manusia purba di Indonesia dilakukan oleh :
1. Eugena Dobois,
Dia adalah yang pertama kali tertarik meneliti manusia purba di Indonesia setelah mendapat kiriman sebuah tengkorak dari B.D Von Reitschoten yang menemukan tengkorak di Wajak, Tulung Agung.
• Fosil itu dinamai Homo Wajakensis, termasuk dalam jenis Homo Sapien (manusia yang sudah berpikir maju)
• Fosil lain yang ditemukan adalah :
Pithecanthropus Erectus (phitecos = kera, Antropus Manusia, Erectus berjalan tegak) ditemukan di daerah Trinil, pinggir Bengawan Solo, dekat Ngawi, tahun 1891. Penemuan ini sangat menggemparkan dunia ilmu pengetahuan.
• Pithecanthropus Majokertensis, ditemukan di daerah Mojokerto
• Pithecanthropus Soloensis, ditemukan di daerah Solo

sej101_20.gif

Peta : Daerah penemuan Fosil di wilayah Jawa Tengah dan jawa Timur

2. G.H.R Von Koeningswald
Hasil penemuan beliau adalah : Fosil tengkorak di Ngandong, Blora. Tahun 1936, ditemukan tengkorak anak di Perning, Mojokerto. Tahun 1937 – 1941 ditemukan tengkorak tulang dan rahang Homo Erectus dan Meganthropus Paleojavanicus di Sangiran, Solo.
3. Penemuan lain tentang manusia Purba :
Ditemukan tengkorak, rahang, tulang pinggul dan tulang paha manusia Meganthropus, Homo Erectus dan Homo Sapien di lokasi Sangiran, Sambung Macan (Sragen),Trinil, Ngandong dan Patiayam (kudus).
4. Penelitian tentang manusia Purba oleh bangsa Indonesia dimulai pada tahun 1952 yang dipimpin oleh Prof. DR. T. Jacob dari UGM, di daerah Sangiran dan sepanjang aliran Bengawan Solo.
Fosil Manusia Purba yang ditemukan di Asia, Eropa, dan Australia adalah :
• Semuanya jenis Homo yang sudah maju : Serawak (Malaysia Timur), Tabon (Filipina), dan Cina.
• Fosil yang ditemukan di Cina oleh Dr. Davidson Black, dinamai Sinanthropus Pekinensis.
• Fosil yang ditemukan di Neanderthal, dekat Duseldorf, Jerman yang dinamai Homo Neaderthalensis.

sej101_04.gif

Gb4. Fosil

• Menurut Dobois, bangsa asli Australia termasuk Homo Wajakensis, sehingga ia berkesimpulan Homo Wajakensis termasuk golongan bangsa Australoid.
Jenis-jenis Manusia Purba yang ditemukan di Indonesia ada tiga jenis :
1. Meganthropus
2. Pithecanthropus
3. Homo

sej101_19.gif

Gb 5. Jenis manusia Purba Pithecanthropus

Ciri-ciri manusia purba yang ditemukan di Indonesia :
1. Ciri Meganthropus :
• Hidup antara 2 s/d 1 juta tahun yang lalu
• Badannya tegak
• Hidup mengumpulkan makanan
• Makanannya tumnuhan
• Rahangnya kuat
2. Ciri Pithecanthropus :
• Hidup antara 2 s/d 1 juta tahun yang lalu
• Hidup berkelompok
• Hidungnya lebar dengan tulang pipi yang kuat dan menonjol
• Mengumpulkan makanan dan berburu
• Makanannya daging dan tumbuhan
3. Ciri jenis Homo :
• Hidup antara 25.000 s/d 40.000 tahun yang lalu
• Muka dan hidung lebar
• Dahi masih menonjol
• Tarap kehidupannya lebih maju dibanding manusia sebelumnya

CORAK KEHIDUPAN PRASEJARAH INDONESIA DAN HASIL BUDAYANYA

Hasil kebudayaan manusia prasejarah untuk mempertahankan dan memperbaiki pola hidupnya menghasilkan dua bentuk budaya yaitu :
• Bentuk budaya yang bersifat Spiritual
• Bentuk budaya yang bersifat Material

i. Masyarakat Prasejarah mempunyai kepercayaan pada kekuatan gaib yaitu :

• Dinamisme, yaitu kepercayaan terhadap benda-benda yang dianggap mempunyai kekuatan gaib. Misalnya : batu, keris
• Animisme, yaitu kepercayaan terhadap roh nenek moyang mereka yang bersemayam dalam batu-batu besar, gunung, pohon besar. Roh tersebut dinamakan Hyang.

ii. Pola kehidupan manusia prasejarah adalah :

• Bersifat Nomaden (hidup berpindah-pindah), yaitu pola kehidupannya belum menetap dan berkelompok di suatu tempat serta, mata pencahariannya berburu dan masih mengumpulkan makanan
• Bersifat Permanen (menetap), yaitu pola kehidupannya sudah terorganisir dan berkelompok serta menetap di suatu tempat, mata pencahariannya bercocok tanam. Muali mengenal norma adat, yang bersumber pada kebiasaan-kebiasaan

iii. Sistem bercocok tanam/pertanian

• Mereka mulai menggunakan pacul dan bajak sebagai alat bercocok tanam
• Menggunakan hewan sapi dan kerbau untuk membajak sawah
• Sistem huma untuk menanam padi
• Belum dikenal sistem pemupukan

iv. Pelayaran
Dalam pelayaran manusia prasejarah sudah mengenal arah mata angin dan mengetahui posisi bintang sebagai penentu arah (kompas)

v. Bahasa

• Menurut hasil penelitian Prof. Dr. H. Kern, bahasa yang digunakan termasuk rumpun bahasa Austronesia yaitu : bahasa Indonesia, Polinesia, Melanesia, dan Mikronesia.
• Terjadinya perbedaan bahasa antar daerah karena pengaruh faktor geografis dan perkembangan bahasa.

sej106_08_2.gif

Jenis Bangsa Prasejarah Indonesia

Dengan adanya migrasi/perpindahan bangsa dari daratan Asia ke Indonesia, maka pada zaman prasejarah di Kepulauan Indonesia ternyata sudah dihuni oleh berbagai bangsa yang terdiri dari:Bangsa Melanisia/Papua Melanosoide yang merupakan Ras Negroid memiliki ciri-ciri antara lain: kulit kehitam-hitaman, badan kekar, rambut keriting, mulut lebar dan hidung mancung. Bangsa ini sampai sekarang masih terdapat sisa-sisa keturunannya seperti Suku Sakai/Siak di Riau, dan suku-suku bangsa Papua Melanosoide yang mendiami Pulau Irian dan pulau-pulau Melanesia.Bangsa Melayu Tua/Proto Melayu yang merupakan ras Malayan Mongoloid memiliki ciri-ciri antara lain: Kulit sawo matang, rambut lurus, badan tinggi ramping, bentuk mulut dan hidung sedang. Yang termasuk keturunan bangsa ini adalah Suku Toraja (Sulawesi Selatan), Suku Sasak (Pulau Lombok), Suku Dayak (Kalimantan Tengah), Suku Nias (Pantai Barat Sumatera) dan Suku Batak (Sumatera Utara) serta Suku Kubu (Sumatera Selatan).Bangsa Melayu Muda/Deutro Melayu yang merupakan rasa Malayan Mongoloid sama dengan bangsa Melayu Tua, sehingga memiliki ciri-ciri yang sama. Bangsa ini berkembang menjadi Suku Aceh, Minangkabau (Sumatera Barat), Suku Jawa, Suku Bali, Suku Bugis dan Makasar di Sulawesi dan sebagainya.

Demikianlah uraian materi tentang jenis bangsa prasejarah Indonesia.

 

30 Januari 2008 - Posted by | SEJARAH |

25 Komentar »

  1. siapa sih orang yg pertama kali menerapkan zaman batu

    Komentar oleh Dedi Smansa | 17 Januari 2013

  2. siapa penemu kapak genggam dan alat serpih..??

    Komentar oleh Mbeng Si Piscess | 8 Oktober 2012

  3. Semuanya baguuuuuzzzZZZZ banget , , ,
    Tpiiii ,,tlong lebih di Lengkapin Lgy dengan cara , , setiap jenis manusia purba masing-masing di beri gambar . . .
    Biar keliatan lebih Lengkap lgy . . .
    Enn biar lebih keliatan perfect . .

    Komentar oleh Maharani_ | 4 Mei 2009

  4. Mau tanya duxx..
    Kenapa yaa manusia prasejarah belum mngenal tulisan sebagai saran komunikasi?
    Kira-kira faktor yg menyebabkan mereka belum mngenal tulisan tuu apa aja?
    Tx

    Komentar oleh sHa | 21 Oktober 2008

  5. para akreolog ska belajar bhsa latin ya???
    surat sebelumnya tlunk dijwb , ya…soalnya ada tugas dari sekolah tentang itu..
    MaKhAcI…

    Komentar oleh anastasia vania | 30 Agustus 2008

  6. sbenarnya penemu homo wajakensis n homo sapiens n homo erectus tu sypa zhi ???pnasaran ne?? Slm knal tuk smwa para ahli akreologi indonesia…aq ska ma pelajaran sejarah di skull lho…It’s my favorite subject !!! temuin lebih banyak fosil ja..biar tambah seru..hwahwa…dijawab ya…

    Dubois telah banyak menemukan manusia purba di wilayah Jawa Timur jeng.

    Komentar oleh anastasia vania | 30 Agustus 2008

  7. kok gak ada peta penyebaran alat-alat masa purba??
    klo gak ada jadi gak jelas dan kurang ngerti….

    Komentar oleh klara | 5 Juni 2008

  8. waduh terima kasih udah bikin blog ttg zaman prasejarah. membantu banget pak ilmu nya…
    god blezz!

    Komentar oleh putri | 5 Mei 2008

  9. Terima kasih untuk bantuannya saya memerlukan informasi tentang bahan baku pembuatan beliung dari zaman Prasejarah sebagai bahan pengajaran saya.

    Komentar oleh Erna | 22 April 2008

  10. pak maaf saya mengganggu
    kami dari SMA 1 Limboto
    kalau bisa sejarah mengenai tentang kehidupan awal indonesia
    lebih dirincikan/mendetail

    Komentar oleh ''020408'' | 18 April 2008

  11. maaf pak saya menggangu, saya mau tanya sejarah bangsa indonesia sendiri di mulai sejak kapan atau pada abad keberapa?????? untuk sementara cukup itu dulu yang ingin saya tanyakan.TERIMA KASIH

    Komentar oleh dirga proklamator | 5 April 2008

  12. Benernya butuh info lengkap tentang budaya suku di papua…mulai dari adat sampai strata sosialnya…dimana ya??thx

    Komentar oleh nila | 26 Maret 2008

  13. saya mau tanya, apakah anda punya spesifikasi alat-alat batu dan benda prasejarah lainnya dengan penjelasan lengkapnya?kalau punya ijinkanlah saya meminta datanya,,ya
    terima kasih

    saya usahakan untuk ditayangkan makasih

    Komentar oleh hani | 21 Maret 2008

  14. thank U atas informasimu ya

    Komentar oleh rosydesigner | 20 Maret 2008

  15. pada zaman berhuma,apakah masyarakat indo sudah mengenal jenis lellamin mereka???

    Sebenarnya Manusia sudah mengenal hanya mereka secara naluri saja.

    Komentar oleh vivi | 21 Februari 2008

  16. penjelasan mengenai megantropus tidak begitu lengkap,sehingga saya kesulitan untuk memahami tentang megantropus ini.jika sempat,tolong di jelaskan lebih lengkap dan terperinci lagi.thanks.

    Makasih, akan saya jabarkan lagi, tapi saya baru mengerjakan yang lain sehingga membutuhkan waktu beberapa saat untuk merevisi lagi. Makasih juga atas kunjungnannya semoga ada manfaatnya.

    Komentar oleh jay23_sf | 12 Februari 2008

  17. aku mw nanya lg tentang jawaban kamu bwt pertanyaan na Dimas, kenapa g smua kera bisa berubah????????(your reason plizzz!!!!!) thx b4

    mungkin sudah ditakdirkan kera yang tidak dapat berubah itulah asli jenis binatang yang disebut kera. Pembuktian atas teori Darwinpun menjadi kabur karena manusia berasal dari manusia kera juga dari kera inilah ajaran agama yang kita anut. jadi untuk jawaban ini masih belum terpecahkan. pertanyaannya juga jadi dasar untuk meruntuhkan teori Darwin. Apa anda ada pendapat ?????

    Komentar oleh nita | 11 Februari 2008

  18. aku mau tanya, katanya ada pithecanthropus itu kan manusia setengah kera, dan katanya charles darwin manusia berasal dari monyet, pertanyaannya adalah kenapa sampe sekarang masih ada monyet…….?

    menurut teori darwin emang manusia itu berasal dari kera yang jenisnya kera cerdas dan tergolong lebih sempurna dari jenis lainnya misalnya jenis kera besar dan pandai (simpanse) karena perkembangannya memungkinkan bisa berjalan tegak dan berubah bentuk seperti manusia purba yang ditemukan fosilnya. Sebenarnya banyak literatur yang mengungkapkan hal ini. Kenapa sampai sekarang masih ada kera ????? karena tidak semua kera itu bisa berkembang seperti jenis2 tertentu jadi kera ya tetap kera. Tetapi bila kita kembangkan dengan teori baru yang muncul karena manusia telah mengenal dirinya sendiri dan tidak mau disamakan dengan binatang (sering erat dikaitkan dengan munculnya ajaran agama) maka teori darwin runtuh. Ini saja dulu jawaban saya ya kurang puas bisa baca artikel yang dikeluarkan arkeologi di Jakarta banyak ada di Perpustakaan Nasional.
    makasih ya atas kedatangganya.

    Komentar oleh dimas | 9 Februari 2008

  19. Pak Yok, saya sungguh puas dengan penjelasan yang diberikan mengenai kehidupan pra sejarah masyarakat indonesia beserta jenis2,ciri2,dll…
    Tapi kenapa kok gak ada bantuan contoh2 gambar manusia purba dari zaman ke zaman?? Soalnya supaya semakin memperjelas dan mudah di mengerti sehingga tidak hanya tahu ciri2nya tapi bisa melihat gambar dari ciri2 itu..gmana pak? Ini hanya usul saja kok…MAkasih ya!!

    tar aku lengkapin lagi ya makasih atas kunjungannya

    Komentar oleh SaRaCh | 30 Januari 2008

  20. pak yok, makasih ya, telah mbantu aku cari info ttg ciri-ciri manusia prasejarah. tapi walaupun begitu, masih kurang tentang berapa berat badan dan otaknya ( kalau otaknya dalam satuan cc )? masalahnya yang aku cari itu je! makasih ya pak. secepatnya di jawab.

    Coba saya carikan, saya belum menemukan sumber masalah fisik manusia purba yang detail seperti itu, kalau ada kemungkinan hanya rekayasa atau dikaitkan dengan ilmu kedokteran, itu yang belum aku dapatkan.

    Komentar oleh radityan | 27 Januari 2008

  21. tampilin peta pesebaran manusia purba juga doonngg,

    ada cuman kemarin error susah untuk memasukin petanya, tar akan ku edit kembali, termasuk foto2 peninggalan sejarah yg lain. makasih ya.

    Komentar oleh Raisa | 24 Januari 2008

  22. jelaskan barangan yang ditemui oleh ahli arkeologi di indonesia

    tunggu ya artikel yang akan datang

    Komentar oleh ema | 15 Januari 2008

  23. mesti…macam mana ye

    Komentar oleh ema | 15 Januari 2008

  24. contoh bahan arkeologi yang dijumpai di indonesia

    maksudnya bahan arkeologi yg bagaimana
    Kalau yang dimaksud penemuan-penemuan arkeologi banyak misalnya koleksi di Museum Sangiran, Trinil. mkasih ya telah mampir dirumahku.

    Komentar oleh ema | 15 Januari 2008

  25. Wah tulisannya bagus, sejarawan ya? Salam kenal

    makasih ya dan met kenal juga

    Komentar oleh awan sundiawan | 11 Januari 2008


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: