Antara Yang MIMPI dan yang REALISTIS

15 Desember 2008 § 1 Komentar

Biasanya orang akan terbuai dan merasakan enak dan nikmat bila mimpi indah itu datang. Apalagi mimpi yang penuh dengan sensasi dan mendapatkan fasilitas untuk bersenandung mendengkur dengan nyaman. Itulah gambaran orang terlelap dalam mimpi yang indah dan nikmat.

Mimpi bisa diartikan dengan realistis yaitu tidur tetapi mimpi juga bisa terjadi bila ingin menikmati kedudukan dan jabatan yang enak dan nyaman yang diinginkan. Mimpi ini yang bisa lupa diri dengan kenyataan dan bila gagal maka stress tingkat 4 bahkan 5 bisa terjadi. Masih untung bila didukung dengan fasilitas yang datangnya bukan dari dirinya sendiri mungkin tidak akan terjadi stress karena habis harta benda sendiri dan harga diri. Segala daya upaya akan diusahakan untuk dompleng ketenaran orang lain. Segala daya juga akan dipergunakan untuk menggunakan fasilitas orang banyak atau partai bila bernaung di partai.

Kadang kemampuan tidak ada ingin meraih jabatan dan kedudukan inilah yang membahayakan kepentingan orang banyak, bahkan tidak pernah bisa berfikir sendiri selalu minta bantuan orang lain, dan yang paling menyedihkan sembunyi diketiak orang yang kuat tetapi tidak tahu realita yang ada. Sehingga aduan sepihak akan jadi acuan untuk menekan orang lain yang sebenarnya telah sukarela dan tahu persis kondisi dan permasalahan serta keinginan dari sebuah partai. Sikap kekanakan dan tidak berpendirian serta tidak tahu permasalahan, sering bertindak tidak sesuai dengan koridor yang ada. Bisanya hanya main klaim dan menyembunyikan hak-haknya orang banyak dalam organisasi. Inikah mimpi seorang CALON WAKIL yang mewakili rakyat Indonesia bukan hanya sekedar wakil di daerah.

Bisakah mewakili orang lain kalau sekarang saja yang terfikir adalah hanya keluarga dan sanak saudara. Apa yang telah diperbuat untuk PARTAI tanpa realistis yang ada di lapangan, hanya bikin kasak kusuk secara internal. Berkampanye keliling dengan menempel foto-foto besar menggunakan fasitas kantor yang sebenarnya fasilitas umum di PARTAI. Ini bukan masalah iri, sama sekali tidak ada pada diriku dan teman-teman tidak akan silau dengan semua itu. Jangan anggap permainan seprti itu tidak tahu, buta dan tuli. Bagiku  dan teman-teman menggunakan fasilitas pribadi seadanya tetapi realistis dan bisa mengkondisikan lapangan dengan perolehan suara yang signifikan terhadap keinginan dan tujuan partai yang sebenarnya akan  lebih baik daripada menggunakan fasilitas umum yang diklaim untuk dirinya sendiri atau keluarganya yang sebenarnya datang dari PARTAI. Bahkan bantuan dana untuk sarana dan prasarana yang datangnya bukan dari kocek sendiri di klaim dari kantong sendiri dan keluarganya. Inilah orang yang mimpi, buta, tuli, arogan dan otoriter serta menolak kebijakan partai yang merugikan dirinya sendiri yang sebenarnya kebijakan itu sangat menguntungkan dirinya walaupun hanya dengan unjuk muka dan tidur nyenyak karena akan difikirkan orang lain bila mau dan bisa menempatkan dirinya dalam strategi dan kerja sama yang baik tidak perlu intervensi yang berlebihan dan mengikuti arus arah strategi partai dan kebijakan Dapil. Otoriter juga sudah mulai terlihat dengan adanya penggantian struktural yang ada dibawah kepemimpinannya secara sepihak dan dimusyawarahkan melalui rapat pengurus serta tanpa menganalisa permasalahan  dan selalu mencari-cari kesalahan dan intimidasi sehingga menjadi lumpuh struktur itu. Yang ironis adalah ternyata struktur itu di intimidasi untuk mendukung CALEG tertentu dengan tekanan-tekanan dan tidak mau karena mereka sadar akan kedudukan yang harus bersikap adil untuk semua komponen di strukturalnya. Penggantian tanpa melihat siapa yang menggantikan bahkan seseorang itu telah cacad dalam kepengurusan sebelumnya di struktur yang sama. Inikah sikap seorang CALEG dan pemipimpin yang benarrrrrr????? Perilaku seperti ini sering dituduhkan kepada orang lain yang sebenarnya tidak pernah melakukan hal-hal sperti yang mereka lakukan, sehingga inilah batu sandung internal yang telah terjadi dan membawa dampak perpecahan secara internal dalam perjuangan membesarkan dan memenangkan partai kita.

Kerja sesuai dengan koridor, visi  dan misi Partai dengan menciptakan team work yang solid dan berbagi pekerjaan akan lebih ringan. Tidak mengenal kubu/blog/saling menyerang diantara teman sendiri, itu adalah hal yang paling realistis. Menyusun stategi secara internal dan eksternal untuk membesarkan, memenangkan perolehan suara dan mencetak kader yang militan untuk partai tanpa menganggap teman sebagai lawan mengadakan peperangan yang riil di lapangan dengan lawan politik itulah kerja orang yang realistis. Walaupun sering dituduh tidak kerja karena tidak mau mendukung CALEG dan pemimpin dan keluarga mimpi, tetapi loyal dan kerja untuk partai yang sesungguhnya.

Semoga uneg-uneg ini membuat sedikit lega ganjalan hati yang tidak pernah terdengar dan dianggap orang-orang yang mimpi dan terlelap dengan dunia pribadinya.

Tagged: , , , , , , , , , , ,

§ One Response to Antara Yang MIMPI dan yang REALISTIS

  • imron mengatakan:

    Jika calon wakil rakyat tidak menjadi wakil dari, dan bertindak untuk kepentingan partai, dan hanya memperjuangkan minatnya sendiri, apakah hal ini pada akhirnya tidak membawa pada oligraki kepakaran individual?
    DPP dan fungsionaris bermain dakon!
    Cooling down, moratorium, cari khittah Gerindra.
    Ketika tak terselesaikan, yang lain bathi!

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Antara Yang MIMPI dan yang REALISTIS at Drs. SUDARTOYO.

meta

%d blogger menyukai ini: